T eruntuk ibuKu tercinta terimakasih untuk kasih sayang yang kau beri untuk kami. terimakasih untuk tetesan keringat yang kau keluarkan untuk berjuang menghidupi kami. terimakasih untuk cinta yang tulus kau beri untuk kami. I bu entah dengan cara seperti apa agar kami bisa membalas setiap kasih tetesan keringat dan tulusnya cintaMu. kami tahu ibu, semua itu takkan bisa kami balas. Ibu izinkanlah kami untuk bisa membuatmu bahagia, izinkan kami untuk bisa membuatmu bangga. izinkan kami untuk bisa menjadi orang yang berguna. tunggulah kami ibu hingga saat itu tiba. M aafkan kami jika selama ini kami masih menjadi anak anak nakal dimatamu maafkan kami jika kami hanya bisa membuatmu pusing dengan kelakuan kami maafkan kami ibu. C inta ini tulus teruntuk dirimu ibu. sayang ini hanya untukmu ibu. peluk cium dari kami untukmu I LOVE YOU
Setelah pembahasan kita sebelumnya, sekarang aku mau sedikit ulas mengenai ketakutan para calon mahasiswa untuk pilih jurusan. Memang, memilih jurusan studi setelah lulus SMA/SMEA/SMK tahun ini mungkin bukan perkara mudah. Di satu sisi biaya kuliah terus naik, sementara di sisi lain lapangan kerja pun kian hari kian sedikit. Nah, apakah kamu sudah yakin dengan jurusan pilihan kamu? Tentunya, baik di sebuah fakultas, akademi, atau sekolah tinggi, setiap jurusan yang kamu pilih tentu menawarkan materi, sifat pembelajaran, serta kurikulum yang berbeda-beda. Beberapa tips berikut ini mungkin bisa menjadi pertimbangan, apakah kamu semakin yakin bahwa pilihanmu telah sesuai atau sebaliknya. P erlu perencanaan ulang dengan cepat karena waktu terus berputar dan semakin mepet di ambang tahun ajaran baru. 1.Pilih Jurusan Jangan takut, kamu tidak akan merasa "salah" pilih jurusan jika pilihanmu memang telah sesuai minat dan bakat kamu. Disertai ketekunan, minat dan ba...
Kadang kita terlalu sibuk memikirkan perpisahan akan seperti apa. Kemudian dibuat sibuk dengan pertemuan apalagi yang akan tercipta setelah perpisahan. Kadang kita sibuk menanti yang terbaik untuk datang menghampiri. Tapi sayangnya kita seringkali lupa bahwa ada baiknya kita menjadi yang terbaik untuk menghampiri orang lain. Waktu itu dinamis. Ia punya ritmenya sendiri yang tak bisa untuk kita hentikan barang sedetik. Tapi kita juga punya ritme yang bisa kita atur untuk mengikutinya. Hidup adalah rangkaian perjalanan menuju masa depan yang masih bersimbah misteri, sedang yang lalu adalah rangkaian yang penuh dengan pelajaran. Dan saat ini adalah masa yang harus dilalui dengan perbekalan pelajaran dari yang lalu untuk menyusun apa yang diimpikan di masa depan. Kamu, jangan pernah berhenti melangkah dalam kebaikan, ya
Komentar
Posting Komentar