Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2023

MISSING U DAD

RASANYA baru kemarin aku bermanja ria bersamanya. Bercanda gurau. Menikmati sepotong eskrim berdua. Bahkan kita menghabiskan waktu senja bersama. Teringat betul pertanyaan yang selalu ia lontarkan ketika bersamaku, “Sayang gak sama papah ?” begitu katanya.. Selalu aku bahagia ketika dekat dengannya. Ia.. ia laki – laki yang sangat aku cintai didunia ini. Iya, dia adalah papah.. Kini putri kecil yang manja dan lugu itu perlahan – lahan mulai beranjak dewasa. Tak ku dapati lagi bercanda gurau dengannya. Tak lagi menikmati sepotong eskrim berdua. Bahkan untuk sekedar menikmati senja berduapun tak ada. Papah adalah pahlawanku. Rela bercucuran keringat. Mengorbankan tidurnya. Bahkan menahan rasa laparnya. Karenak. Dibalik sosok mama yang tegar ada sosok papah yang selalu menyemangati mamah agar tetap kokoh berdiri. Papah yang kini ku sebut juga sebagai Monsterku.. Terima kasih karena tak lelah engkau mengingatkanku dalam perjalananku menuju kedewasaan. Hingga kini aku dapat tumbuh menjadi w...

Hakikat Kehidupan

Pada akhirnya, akan selalu ada satu titik di mana kita harus hidup menjauh dari dunia orang lain. Sengaja menciptakan jarak yang sesungguhnya sangat berat. Sebab sekuat apapun kita menginginkan semuanya selalu sama, akan ada masa di mana dunia masing-masing harus berbeda. Waktu berjalan, begitu pula kenangan. Masa berganti, begitu pula setiap manusia dalam hidup kita akan datang dan pergi. Bukan sebab kematian, tapi takdir lain memintanya untuk hengkang. Tentu saja semua serba berat. Tapi, bukankah kehilangan adalah sebuah hakikat? Barangkali dengan begitu kita akan semakin menghargai orang-orang yang tetap tinggal hingga akhir hayat. Ada beban yang akan terus memberat ketika dipikirkan. Ada sedih dari rasa ketidakrelaan. Benarlah kataku suatu hari, bahwa orang-orang yang menjadikanmu dunia mereka mungkin hanyalah ibu bapak. Dan selayaknya mereka mencinta, sepantasnyalah mereka menjadi dunia kita. Barangkali, itu sebabnya, aku memilih kereta selanjutnya. Entah pada akhirnya gerbong ini...

Rangkaian Perjalanan

Kadang kita terlalu sibuk memikirkan perpisahan akan seperti apa. Kemudian dibuat sibuk dengan pertemuan apalagi yang akan tercipta setelah perpisahan. Kadang kita sibuk menanti yang terbaik untuk datang menghampiri. Tapi sayangnya kita seringkali lupa bahwa ada baiknya kita menjadi yang terbaik untuk menghampiri orang lain. Waktu itu dinamis. Ia punya ritmenya sendiri yang tak bisa untuk kita hentikan barang sedetik. Tapi kita juga punya ritme yang bisa kita atur untuk mengikutinya.  Hidup adalah rangkaian perjalanan menuju masa depan yang masih bersimbah misteri, sedang yang lalu adalah rangkaian yang penuh dengan pelajaran. Dan saat ini adalah masa yang harus dilalui dengan perbekalan pelajaran dari yang lalu untuk menyusun apa yang diimpikan di masa depan. Kamu, jangan pernah berhenti melangkah dalam kebaikan, ya

Kecantikan Sejati

Dunia kebanyakan peduli dengan apa yang tampak pada mata. Membuat orang-orang tertarik padanya. Mereka berlomba menunjukkan siapa dirinya. Bersaing untuk mendapatkan perhatian dunia. Hingga hal ini menjadi hal yang biasa. Namun kecantikan sejati sesungguhnya tak mencari perhatian. Yang diperlukan adalah kesabaran. Ibarat mutiara di tengah lautan. Di dalam cangkang dia berdiam. Bak berlian yang terbenam jauh di tanah bebatuan. Bertahan dalam proses yang penuh kesulitan.  Tetapi hal yang demikian justru tak ternilai harganya. Sungguh barang yang sangat berharga untuk dimiliki manusia. Tidak sembarang orang bisa mendapatkannya. Hanya orang-orang yang pantas yang berhak menerimanya. Karena yang berharga hanya untuk yang berharga pula. Ketika di dunia dimana semua orang lebih terbuka, maka hal terindah yang kamu lakukan adalah mempertahankan rahasiamu.